IPFyang akan digelar di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan pada 21-24 November 2019 ini mengusung tema The Marvelous Indonesian South Sea Pearl.Nuansa Provinsi Sulut dan Bunaken sebagai salah satu wilayah potensi budi daya mutiara akan dihadirkan di 32 booth dalam pameran kali ini.. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Kantor KKP Jakarta, Kamis (14/11/2019), mengatakan, mutiara
BeritaIndonesian Pearl Festival - Mutiara Nusa Tenggara Timur menjadi hal yang diangkat di Indonesian Pearl Festival 2015.
KumpulanBerita ANTARA News menyajikan informasi terkini tentang indonesian pearl festival di Indonesia dan dunia
IPF- Indonesia Pearl Festival. IP Internet Protocol; WCFF Wildlife Conservation Film Festival; FPPI Foreign Principal Party in Interest; UCEC Universitas Ciputra Entrepreneurship Center; WAF World Architecture Festival; FFT Forum Freies Theater; ESG Entertainment Society of Goa;
KeindahanIndonesia sangat kaya salah satunya Mutiara Oleh karenanya Indonesia siap membius turis asing melalui festival mutiara - Travel - okezone travel
Penyelenggaraanpameran Indonesia Pearl Festival 2012 menargetkan akan mencapai transaksi hingga sebesar Rp10 miliar selama lima hari pameran, bahkan diharapkan bisa mencapai tiga kali lipat dari jumlah target tersebut.
Situs Berita Terkini Indonesia, yang Menyajikan Berita Hari Ini, Mengenai Politik, Hukum, Nasional, Dunia, Bisnis, Bola, Seleb Hingga Travel Indonesia Shopping Festival, Pusat Belanja Targetkan Transaksi Rp 50 Triliun per Bulan 1 jam lalu. 3 Strategi Utama OJK Tingkatkan Edukasi dan Perlindungan Konsumen
Visit6th Indonesian Pearl Festival at Lippo Mall Kemang 9-13 November 2016.(Kunjungi 6th Indonesian Pearl Festival di Lippo Mall Kemang pada 9-13 November 2
Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menggelar Indonesia Pearl Festival pada 14-18 Oktober 2015 mendatang, di Grand Indonesia West Mall, Lantai 5, Jakarta Pusat dengan mengangkat tema "Discover The Exotic East Indonesia".Ajang in. Jakartakita.com. Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta
강성호 Hanja. 姜 成 鎬. Alih Aksara. Gang Seongho. McCune-Reischauer. Kang Sŏngho. Sung Kang (Korea: Kang Sung-Ho; 강성호; lahir 8 April 1972) adalah aktor Amerika Serikat yang terkenal karena film Better Luck Tomorrow dan perannya sebagai Han Seoul-Oh di film The Fast and the Furious: Tokyo Drift, Fast & Furious, dan Fast Five .
R3Zge. Jakarta Antara Bali - Maritime Affairs and Fisheries Minister Susi Pudjiastuti hopes that the Indonesian Pearl Festival IPF 2016 will introduce Indonesias original pearls to the world. "I hope the Indonesian South Sea Pearl ISSP would be introduced to pearl stakeholders and enthusiasts. The exhibition which has been held regularly would open access to the people," the minister said when opening the IPS in Jakarta Wednesday. The exposition displays the Indonesian sea kept pearls to the public she said. It was the duty of everyone to introduce the Indonesian pearl to pearl stakeholders and enthusiasts, the minister said. If the ISSP is recognized as a new commodity which has a high value, it would benefit Indonesia, as it would serve as a new source of economy to Indonesia. The Indonesian pearl has good potential for the world market and therefore, noted designers are called on to present the latest pearl designs, she stated. "Many people will come to know and love the pearl when they see the creative and up to date designs," the minister added. If the Indonesian pearl potential is cultivated properly it would boost the Indonesian economy, Minister Susi reminded earlier. Pearls have become the target of illegal export practices, she said, and added that in 2014 the pearl exports to Hong Kong were worth US$ million. The figure is very different from the Indonesian pearl export data. In 2015, Hong Kong imported pearls from Indonesia worth $ million. But Indonesias pearl export data to Hong Kong showed that it was worth only about $1 million.WDY
Mutiara sejak dulu menjadi primadona. Tapi tahukah kita bahwa produksi mutiara terbesar dan terindah berasal dari perairan Indonesia? Yuk, kenal lebih jauh dengan Indonesian South Sea Pearls! Pasar dunia saat ini didominasi empat tipe mutiara, yaitu Mutiara Air Tawar Fresh Water Pearls yang banyak diproduksi di China; Mutiara Akoya dari perairan Jepang dan China; Mutiara Tahiti yang berwarna hitam Tahitian Pearls dan South Sea Pearls atau Mutiara Laut Selatan. South Sea Pearls merupakan tipe mutiara besar yang indah dan langka. Mutiara ini dihasilkan oleh tiram mutiara raksasa, Pinctada maxima, yang hidup di Samudera Hindia yang hangat. Habitatnya membentang dari perairan Barat Laut Australia, perairan Nusa Tenggara, perairan Sulawesi dan Papua, terus ke Utara hingga perairan Filipina dan Myanmar. Tak heran, produsen South Sea Pearls di dunia internasional adalah Indonesia, Australia dan Filipina. Pinctada maxima, Si Penghasil South Sea Pearls Indonesian South Sea Pearls. Sumber Halaman Indonesian Pearl Festival 2016 di facebook. Tiram raksasa ini rentan terhadap penyakit dan stres sehingga hanya bisa hidup di perairan yang terjaga kelestariannya. Jika alam dirusak, tiram ini enggan menghasilkan mutiara. Alangkah ruginya kita bila hal seburuk itu terjadi. Dulunya tiram raksasa ini dipanen secara alami yaitu dengan cara diburu langsung di lautan oleh penyelam-penyelam yang luar biasa kuat dan hebat. Tak jarang perburuan ini mengorbankan nyawa para penyelam. Sudah tentu hasilnya merupakan mutiara paling alami dan mengagumkan serta mahal harganya. Kini, Indonesian South Sea Pearls lebih banyak dihasilkan dari pembubidayaan tiram raksasa. Tidak lagi bergantung semata pada produksi alami, namun dengan rekayasa berupa penanaman nucleus ke dalam tubuh tiram. Nucleus yang dimasukkan berupa potongan kecil mantel dan lapisan dalam cangkang tiram donor. Potongan ini akan dibalut oleh tiram dengan cairan sekresi, yang terdiri dari kalsium karbonat, selapis demi selapis hingga membentuk butiran mutiara. Tujuan tiram melapisi nucleus tadi sebenarnya adalah untuk melindungi dirinya yang berupa daging lembut, agar tidak terluka oleh benda asing. Menilai Kualitas Indonesian South Sea Pearls Indonesian South Sea Pearls dikenal karena ukuran dan warnanya yang indah. Ukurannya lebih besar dari tipe mutiara yang lain dengan opalescence keovalan bernada tenang calm. Selain warnanya yang putih perak dan krem keemasan, Indonesian South Sea Pearls juga dihiasi dengan tone warna merah muda, biru dan hijau. Wow...cantik sekali pastinya, ya? Mutiara yang berkualitas tinggi dinilai dari enam aspek, yakni nacre, luster, surface, shape, color dan size. Nacre adalah lapisan yang membentuk mutiara. Makin tebal nacre, makin bagus kualitas mutiara. Luster adalah ukuran kualitas dan kuantitas cahaya yang dipantulkan oleh permukaan mutiara. Luster yang baik adalah yang tajam dan terang. Artinya kita dapat melihat pantulan diri yang jelas saat melihat mutiara dari dekat. Jika mutiara memantulkan bayangan yang keruh atau buram, berarti luster-nya kurang baik. Surface mencerminkan kondisi permukaan mutiara yang tak bernoda dan tak ada retakan. Meskipun tak ada mutiara yang 100% flawless tanpa noda, namun disepakati bahwa ada mutiara dengan kilau sempurna. Shape atau bentuk. Makin bulat sempurna, makin bagus. Namun mutiara dengan bentuk tak bulat sempurna baroque dan semi-baroque pun memiliki pesona tersendiri. Color atau warna. Ini berkenaan dengan selera. Konon orang Eropa lebih menyukai mutiara berwarna putih. Kalau saya pribadi tertarik dengan mutiara keemasan. Size atau ukuran. Makin besar makin bagus. Ukuran dihitung dengan satuan milimeter pada diameter mutiara. South Sea Pearls terbesar yang pernah ada berdiameter 20 mm 2 cm. Sedangkan ukuran diameter yang umum berada di pasaran berkisar pada 6,5 - 7,0 mm. Butuh waktu selama 2-4 tahun untuk memproduksi satu butir mutiara. Pantas saja jika harga mutiara yang sempurna itu sangat mahal. Tantangan yang Dihadapi Indonesian South Sea Pearls Di negara tercinta ini tercatat ada 12 propinsi yang menjadi lokasi pembudidayaan, yakni Sumatera Barat, Lampung, Bali, NTB, NTT, Papua Barat di wilayah perairan Raja Ampat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara dan Maluku. Lokasi pembudidayaan Pinctada maxima di Indonesia. Sumber Halaman Indonesian South Sea Pearls di facebook. Sekitat 70% South Sea Pearls yang beredar di pasaran perdagangan internasional sebetulnya berasal dari Indonesia. Sayangnya, banyak yang dibajak di luar negeri dengan cara diberi brand lain, sehingga tidak tercatat sebagai Indonesian South Sea Pearls. Hmmm...lagi-lagi kekayaan kita diatasnamakan milik orang lain. Sedih, ya? Inilah tantangan Indonesian South Sea Pearls di dunia internasional. Tantangan di dalam negeri justru datang dari citra Indonesian South Sea Pearls sendiri sebagai barang mewah dan mahal. Masyarakat Indonesia masih lebih menyukai mengoleksi perhiasan yang berasal dari batu-batuan daripada mutiara. Tantangan berikutnya adalah masuknya mutiara imitasi dari China yang harganya jauh lebih murah daripada Indonesian South Sea Pearls. Edukasi dan penyampaian informasi secara lebih luas, khususnya melalui media sosial, rasanya mendesak untuk dilakukan. Kegiatan offline seperti Indonesian Pearl Festival 2016 pun layak untuk diselenggarakan secara terus-menerus Kita bersyukur, di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang merupakan salah satu pusat pembudidayaan dan pasar mutiara, telah dibangun Rumah Mutiara Indonesia. Rumah Mutiara semacam ini hanya ada di beberapa tempat saja di dunia, yakni di Australia, Hong Kong China, Filipina dan Jepang. Rumah Mutiara Indonesia adalah sebuah tempat bagi bertemunya pedagang dengan pembeli, tempat edukasi mengenai permutiaraan, serta diharapkan dapat menjadi balai lelang mutiara. Sebuah proyek milik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang besar dan berharga. Diharapkan, Rumah Mutiara Indonesia yang letaknya berdekatan dengan Bandara Internasional Lombok ini dapat melaksanakan perannya dengan baik. Potensi Indonesian South Sea Pearls Potensi Indonesian South Sea Pearls sungguh besar. Integrasi dari hulu ke hilir sangat penting dilaksanakan segenap pelaku pasar. Ditetapkannya SNI untuk mutiara merupakan salah satu langkah strategis untuk mencapainya. Masa depan cerah bagi Indonesia South Sea Pearls bukan hal yang mustahil. Namun cepat-lambatnya tergantung pada kemauan dan kemampuan kita sendiri. Bahan bacaan
Berbagi Seni, Kuliner, Wisata, Buku dan Musik